Kamis, 05 Desember 2019

Sakit (puisi)


Berputar-putar kutelusuri jalan setapak menuju tubuhmu.
Di persimpangan jalan aku tersesat, berputar-putar hingga berkeringat.

Waktu itu malam hari, jalanan terasa lengang dan sunyi.
Kukayuh bulan separuh di lereng tubuhmu yang agak menikung, pelan-pelan sekali kupetik aduhmu, satu-persatu.

Malam menyembunyikan aku di balik baju, bersama aduhmu aku bertarung, di dalam erangmu aku terkurung.
Seperti seorang tentara yang bersembunyi, menghindari letupan peluru, menggali kesunyian di pedalaman tubuhmu.

Di rimba ranjang yang berderit, kau meremas lenganku sembari merintih, "sakit"...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar